PASANG IKLAN HEADER

Pasang Iklan di Berita News Banten
Promosikan bisnis, event, atau kegiatan Anda kepada pembaca lokal Banten dan Tangerang Raya.

Hubungi Redaksi

FWBKS Kelurahan Bencongan Kecamatan Kelapa Dua Bentuk Bank Sampah

Rapat FWBKS
Tangerang (Beritanewsbanten.com) --Untuk mengurangi sampah rumah tangga  Forum Warga Bantaran Kali Sabi (FWBKS) Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, yang terdiri dari enam rukun warga (RW) yaitu : RW 005, RW 018, RW 020, RW 021, RW 025 dan RW 031 sepakat mendirikan bank sampah. Demikian disampaikan oleh Edy Sumantri Ketua RW 025, ketika ditemui di Balai Warga RW 025, Kamis (29/1/2026).

Sumantri mengatakan, setiap RW masing-masing mempunyai bank sampah. RW 005 bank sampah Sadar Asri, RW 018 bank sampah  EcoCare18, RW 020 bank sampah Warna Sari, RW 021 bank sampah Kemuning, RW 025 bank sampah Bersih Bersama, dan RW 031 bank sampah Sumber Sari.

Terkait petugas atau pengurus bank sampah, dikatakan setiap RW mempunyai petugas masing-masing. Disebutkan, untuk RW 025 bank sampah Bersih Bersama: Ketua Ibu Kasmiatun, Sekretaris Ibu Winarni, Anggota Bapak Badawi, Ikna dan Mohamad Sangsang.

Bank sampah menerima semua sampah anorganik yang bisa didaur ulang. Seperti kardus/kertas, botol/galon air mineral bekas, kantong  plastik, botol beling, styrofoam, besi, logam dan lain-lain.

“Setiap RW melakukan penimbangan dan pencatatan sampah dari warga satu kali dalam seminggu. Misalnya, kami di RW 025 melakukan penimbangan setiap Rabu pagi sampai selesai. Kemudian, penimbangan dan pencatatan  dari RW lain yang dipusatkan di RW 025 dilakukan satu kali dalam dua minggu, selanjutnya langsung diambil petugas Bank Sampah Induk (BSI) di  Legok,” kata Sumantri.

Ketika ditanya, bagaimana animo atau respon warga atas bank sampah tersebut, Sumantri mengatakan animo masyarakat semakin meningkat dan tanggapannya sangat  positif di lingkungan Kelurahan Bencongan. Terbukti, awalnya bank sampah hanya di FWBKS, sekarang juga ikut RW tetangga sehingga ada 11 RW punya bank sampah di Kelurahan Bencongan. Namun dikatakan, masih 7 yang aktif karena 4 baru terbentuk. Sudah aktif FWBKS ditambah RW 002 bank sampah Samadidu (Asal Mau Jadi Duit).

Penimbangan sampah di RW 025 sebelum ke BSI 

“Setiap pengiriman terjadi peningkatan progress. Pengiriman I tercatat 224 kg sampah daur ulang dengan keterlibatan warga 72 KK, pengiriman II tercatat 577 kg keterlibatan warga 191 KK dan pengiriman III tercatat 688 kg dengan keterlibatan warga 268 KK. Bila 11 RW bank sampahnya sudah aktif diharapkan bisa 1 ton  lebih sampah daur ulang  per dua minggu dengan perkiraan keterlibatan warga lebih dari 500 KK,” ujar Sumantri.

Menurut pengakuan Sumantri bahwa kegiatan bank sampah oleh warga tersebut sangat didukung Lurah Bencongan, Bai Subiat dan Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat.  Dan diharapkan supaya  Lurah  mengimbau semua RW di Kelurahan Bencongan ikut membentuk bank sampah. Demikian juga hendaknya Camat mengajak semua Desa/Kelurahan di Kecamatan Kelapa Dua untuk membentuk bank sampah.

Kemudian Sumantri mengemukakan, pihaknya juga mempunyai program ke depan bagaimana untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Tentu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk pengadaan alat perlengkapan. Sebut saja tong komposter, sekop, garuk, obat-obatan untuk pembusukan dan menghilangkan bau busuk

Memang sudah saatnya warga masyarakat sadar tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mau memilah dan memilih sampah yang dihasilkan. Memisahkan sampah organik dan anorganik, kemudian memilih sampah yang daur ulang.

Selain menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi beban  sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pengelolaan sampah anorganik daur ulang dan sampah organik jadi kompos juga dapat menambah pendapatan  masyarakat.

Maka tidak berlebihan, bila Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang segera turun tangan memberikan perhatian dan dukungan demi kemajuan  kegiatan bank sampah yang dibentuk masyarakat.              Danu/Gaol

 

 

Posting Komentar

0 Komentar